Header Ads

Detik.Com Meminta Maaf kepada Gubernur Banten Terkait Pemberitaan Bantuan Ponpes



BANTENPERSPEKTIF.COM, MEDIA - Detik.Com akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Banten, Wahidin Halim dan masyarakat terkait pemberitaan dana hibah pondok pesantren yang pernah diterbitkan dalam investigasi beberapa waktu lalu.

Salah satu judul berita yang pernah diterbitkan oleh detik pada  7 Juni 2021 adalah berita investigasi yang berjudul "Asal Cair demi Gubernur Banten" dan berita berjudul "Ponpes "Hantu Penerima Duit Hibah" yang terbit pada 8 Juni 2021. Atas pemberitaan Detik tersebut Wahidin pun merasa keberatan dan mengadukan Detik ke Dewan Pers pada 10 Juni 2021 karena menilai berita tersebut tidak memenuhi unsur cover both side.

Dewan Pers pun menindaklanjuti pengaduan WH dengan mengundang  pihak Detik dan pihak WH untuk mengklarifikasi kepada Pengadu dan Teradu pada Selasa, 3 Agustus 2021 melalui aplikasi zoom. Hasilnya Dewan Pers menilai berita Teradu (Detik.Com) melanggar pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena tidak akurat, tidak uji informasi dan tidak berimbang secara proporsional.

Menggapi keputusan Dewan Pers tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim melalui Pengacaranya, Andi Syafrani menjelaskan, kasus ini memberikan pelajaran penting kepada media massa di Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak semborono. Media diminta untuk memastikan keakuratan dalam memilah kebenaran informasi dan narasumber sehingga tidak merugikan masayarakat luas. Media massa juga diharuskan untuk memberikan porsi yang proporsional kepada kedua belah pihak sehingga unsur cover both side secara maksimal dapat dipenuhi.

Dalam keterangan persnya, ia menjelaskan keputusan dewan pers yang menyatakan bahaw Detik.Com bersalah tertuang dalam Risalah Penyelesaian nomor 65/Risalah-DP/VIII/2021 tentang Pengaduan Wahidin Halim terhadap Media Siber detik.com Tertanggal 3 Agustus 2021. 

"Kami bersyukur atas kemenangan kliennya pada sengketa di dewan pers tersebut karena kemenangan ini memiliki arti penting dan pelajaran yang sangat berharga buat banyak pihak," katanya. 

Menurutnya, kemenangan Wahidin Halim ini menjadi pelajaran besar kepada bangsa ini, khususnya media massa di Indonesia, agar lebih berhati-hati dan memastikan akurasi berita sebelum dibaca oleh khalayak.

Lebih jauh Andi menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia harus dirawat oleh semua pihak, khususnya media sebagai salah satu pilar demokrasi penting yang memiliki tanggung jawab besar memastikan demokrasi berlangsung secara sehat dan produktif. 

“Cara terbaik merawat demokrasi dan kebebasan berekspresi adalah dengan bertangggung jawab dan patuh terhadap kode etik jurnalistik yang menjadi pedoman utama pers di Indonesia”, kata Andi yang juga pengajar hukum di UIN Ciputat. 

Dikatakan olehnya, kehati-hatian dalam memilih informasi dan narasumber berita adalah kunci buat media agar menghadirkan berita yang bisa dipercaya dan tidak merugikan banyak pihak.

Pihak Detik.Com sendiri telah memuat hak jawab Gubernur Banten Wahidin pada situsnya yang diterbitkan pada Kamis, 5 Agustus 2021 dengan judul "Hak Jawab Wahidin Halim Terkait Pemberitaan Dana Hibah Ponpes di Banten". (dbs/kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.