Header Ads

Besok Tatu Chasanah Resmi Jadi Bupati, Ini Harapan Fahmi Hakim

 


BANTENPERSPEKTIF.COM, KAB,SERANG - Besok (Jumat, 26/02/2021) Ratu Tatu Chasanah akan dilantik menjadi Bupati Serang. Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusung Tatu pun menaruh harapan kepada Tatu yang berpasangan dengan Pandji Tirtayasa untuk bisa merealisasikan sejumlah program strategis.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Fahmi Hakim berharap agar pada periode kedua Tatu Chasanah bisa menuntaskan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat.

"Pertama saya ingin mengucapkan selamat kepada Bu Tatu yang akan dilantik besok dan ada beberapa harapan kami dan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan Puspemkab Serang. Semoga pada periode kedua ini program pembangunan Puspemkab bisa direalisasikan," harap Fahmi.

Menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten ini, dirinya juga berharap masalah infrastruktur seperti jalan bisa dituntaskan karena ini juga yang diharapkan masyarakat di Kabupaten Serang dan sering dititipkan kepada Partai Golkar.

"Semoga pelantikan dihari Jumat adalah pertanda keberkahan bagi pasangan Tatu dan Pandji sehingga bisa menunaikan amanah masyarakat yang dititipkan," kata Fahmi. Seperti diketahui, besok (Jumat,26/02/2021) Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa dilantik.

Tatu - Pandji merupakan pasangan yang dinyatakan menang pada Pilkada Kabupaten Serang 2020 setelah berhasil mengalahkan pasangan Nasrul - Eki. Periode kali ini merupakan kedua kalinya Tatu Chasanah menjadi Bupati Serang.

Sekadar mengingatkan, karir politik Ratu Tatu Chasanah mulai melesat setelah ia terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten. Lalu ia pun menemani Akhmad Taufik Nuriman menjadi Wakil Bupati Serang. 

Usai tuntas mendampingi Taufik, Tatu pun maju sebagai calon Bupati Serang dan terpilih. Dan pada Pilkada Kabupaten Serang 2020 ia kembali maju sebagai calon Bupati Serang berhasil mengalahkan putera Taufik Nuriman yaitu Eki Baehaqi yang berpasangan dengan Nasrul Ulum.

Nasrul Ulum yang sebelumnya merupakan kader Partai Golkar terpaksa harus menelan pil pahit karena tidak hanya kalah dalam pilkada, tetapi juga harus kehilangan kursi di DPRD Kabupaten Serang. Kursi yang sebelumnya diduduki Nasrul Ulum pun telah diserahkan kepada kader Golkar lainnya.  (kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.