Header Ads

Ternyata Banten Memiliki 60 Masyarakat Adat


BANTENPERSPEKTIF.COM, PEMERINTAHAN - Sebagian masyarakat di Banten mungkin  belum mengetahui kalau ternyata Provinsi Banten memiliki kurang lebih 60 masyarakat adat. Keberadaan mereka pun harus dilindungi dalam bingkai NKRI.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Banten saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Banten dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Pengantar Gubernur tentang Raperda Desa Adat, Kamis (2/09/2021).

“Ada sekitar 60 masyarakat adat di Provinsi Banten. Mereka harus dilindungi, harus dilestarikan dalam bingkai kehidupan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ungkap WH.

Dikatakan, masyarakat adat memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh masyarakat lain. Masyarakat adat selalu tertib dan teratur, demokratis melalui musyawarah, bergotong royong serta menghargai dalam mengelola alam.

“Kita hormati masyarakat adat. Dalam sistem ekonomi dan sosial, masyarakat adat tidak ada masalah,” ungkap Gubernur WH.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengungkapkan bahwa penanganan Covid-19 di Provinsi Banten berjalan baik. Kondisi saat ini di Provinsi Banten, hanya Kota Serang yang masih Zona Oranye. Sedangkan 7 wilayah Kabupaten/Kota lainnya sudah Zona Kuning.

“Semoga yang Zona Kuning cepat menjadi Zona Hijau. Direncanakan Senin pekan depan pembelajaran tatap muka akan dimulai,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna, Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Banten dalam pemandangan umumnya mendukung Raperda tentang Desa Adat usulan Gubernur Banten untuk dibahas lebih lanjut. Dalam rapat paripurna itu pula, DPRD Provinsi Banten menyetujui Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUPA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021.

Atas dukungan itu, Gubernur WH mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terbangun selama ini antara Pemprov Banten dengan DPRD Provinsi Banten. (rls/kar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.