Header Ads

Anis Matta; Peperangan Dunia Bukan dengan Nuklir Tapi Lisan

 


BANTENPERSPEKTIF.COM, KHAZANAH - Era dimana sains melawan Agama sudah lewat dan sekarang ini masa perjodohan sains dengan Agama, dimana orang akan mencari jalan bagaimana hidup dan itu ada pada Agama.

Demikian dikatakan Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora saat berbincang - bincang dengan Dedy Mizwar pada channel youtube Ngaji Bersama Anis Mata. Dijelaskan Anis, hal itulah yang membuat dirinya percaya diri untuk membawa Agama dalam kehidupan sehari - hari tanpa merendahkan Agama lain.

"Dengan populasi besar di dunia yang terkoneksi dengan beragam perbedaan tetapi tetap bisa hidup damai, tidak ada ketimpangan ekonomi, tanpa merusak bumi itu semua pesannya ada dalam Agama," jelas Anis.

Tapi, kata dia, perlu belajar dari Rasulullah Saw yaitu dengan membangun kekuatan secara bertahap karena peperangan dimasa mendatang tidak dengan fisik seperti yang pernah dialami Rasulullah saw.

"Kekuatan nuklir nanti hanya akan digunakan untuk memaksa agar orang mau berunding dan berbicara atau hanya difungsikan untuk mencegah, artinya kedepan peperangan akan terjadi dengan lisan," jelas Anis. Untuk itu harus membangun kekuatan secara bertahap, riil dan itulah yang sedang dilakukan Partai Gelora.

Ditambahkan Anis, dirinya tidak pernah membayangkan bahwa Indonesia akan mengalahkan Amerika Serika dengan perang militer maupun ekonomi karena bukan seperti itu polanya nanti.

"Kita akan bergaul bersama mereka, duduk bersama mereka dan setelah kita duduk sama - sama dari sinilah kita akan memperlihatkan satu model kehidupan yang lain dari mereka dan model kehidupan lain inilah yang menjadi kekuatan Indonesia," kata Anis.

Secara ekonomi maupun militer, kata Anis, mungkin Amerika akan  lebih kuat tetap mereka tidak memiliki model kehidupan seperti Indonesia. "Kok bisa ya Indonesia sebanyak itu, beragam bisa maju, tidak ada ketimpangan ekonomi. Mungkin Amerika juga maju tetapi tidak memiliki model seperti Indonesia," kata Anis. (dbs/kar)

Diberdayakan oleh Blogger.